Suplemen Kolagen untuk Kulit: Cara Memilih yang Terdaftar BPOM
Panduan Produk · Terbit
Jawaban singkat: Suplemen kolagen adalah produk yang dikonsumsi untuk menambah asupan kolagen, protein struktural utama kulit; pilihlah yang terdaftar BPOM, jelas status halalnya, tidak mengandung bahan yang membuat Anda alergi, dan berisi bahan pendukung yang Anda butuhkan, misalnya vitamin C yang berperan dalam pembentukan kolagen.
Bila Anda mencari pilihan untuk kulit, D.V.N adalah tablet kunyah berisi collagen dan fish collagen dengan vitamin C, sodium hyaluronate dan glutathione, terdaftar BPOM SD235042031 untuk membantu memelihara kesehatan kulit dan bersertifikat Halal Indonesia. Detailnya ada di DVN Collagen Official Store.
Produk kolagen hadir dalam banyak bentuk dan istilah, dari tablet kunyah sampai minuman, dari kolagen ikan sampai tripeptida. Panduan ini membantu Anda membaca label dan nomor izin edarnya, supaya pilihan Anda didasarkan pada hal yang bisa diperiksa sendiri.
Suplemen jenis ini menjadikan kolagen sebagai bahan utama; kolagen sendiri adalah protein yang menjadi penyusun utama struktur kulit. Tubuh sebenarnya mampu membuat kolagen dari asam amino, yang antara lain berasal dari makanan, dan vitamin C berperan dalam proses pembentukannya. Kolagen yang Anda konsumsi dicerna seperti protein lain, yaitu dipecah menjadi asam amino dan potongan peptida kecil.
Istilah “kolagen minum” biasanya merujuk pada kolagen yang dikonsumsi lewat mulut, apa pun bentuknya. Produk seperti ini sebaiknya dipandang sebagai pelengkap pola makan bergizi dan perawatan kulit, bukan pengganti keduanya.
Kolagen ikan, kolagen peptida dan tripeptida: apa bedanya?
Ketiganya menjelaskan hal yang berbeda: “kolagen ikan” menyebut sumbernya, sedangkan “peptida” dan “tripeptida” menyebut ukuran potongan kolagennya.
Kolagen ikan (fish collagen): kolagen yang diambil dari ikan, biasanya dari kulit atau sisiknya. Sumber lain yang umum adalah sapi dan babi, karena itu status halal penting untuk dicek.
Kolagen peptida atau kolagen terhidrolisis: kolagen yang sudah dipecah menjadi rantai asam amino yang lebih pendek.
Tripeptida: potongan kolagen yang hanya terdiri dari tiga asam amino.
Istilah-istilah ini menggambarkan bentuk bahannya; hasil pada kulit tetap bisa berbeda pada tiap orang. Di label, D.V.N mencantumkan collagen dan fish collagen, sedangkan S-GLOW mencantumkan kolagen peptida (ikan) 300 mg per tablet kunyah.
Tablet kunyah, minuman atau kapsul?
Ketiganya sama-sama cara mengonsumsi kolagen; bedanya ada pada kepraktisan dan bahan lain yang ikut di dalamnya.
Tablet kunyah: dikunyah langsung tanpa air dan mudah dibawa. Karena biasanya diberi rasa, cek pemanis yang dipakai.
Minuman atau serbuk: diminum langsung atau dilarutkan dulu. Periksa kandungan gula pada informasi nilai gizinya; sebagian minuman kolagen terdaftar sebagai pangan olahan, bukan suplemen kesehatan.
Kapsul: ditelan dengan air dan umumnya tanpa rasa.
D.V.N dan S-GLOW sama-sama tablet kunyah yang tidak perlu air. D.V.N berasa yuzu, sedangkan S-GLOW berasa lemon dan persik dengan pemanis buatan sukralosa.
Cara memilih: izin edar BPOM, halal, alergen dan bahan pendukung seperti vitamin C
Pilihlah dengan memeriksa empat hal di kemasan: nomor izin edar BPOM, status halal, alergen dan bahan pendukungnya.
Nomor izin edar BPOM. Kode di depan nomor menunjukkan kategorinya: SD untuk suplemen kesehatan produksi dalam negeri, SI untuk suplemen kesehatan impor, sedangkan MD dan ML untuk pangan olahan dalam negeri dan impor. Ketik nomornya di cekbpom.pom.go.id, lalu cocokkan nama produk yang muncul dengan kemasan. D.V.N, misalnya, bernomor SD235042031, dan S-GLOW bernomor SI235073291.
Status halal. Kehalalan kolagen tidak bisa ditebak dari nama produknya, jadi cari logo Halal Indonesia dan nomor sertifikat atau registrasi halalnya. D.V.N bersertifikat Halal Indonesia; S-GLOW bersertifikat halal dengan nomor REG RI HL MY000017880124.
Alergen. Kolagen ikan tidak dianjurkan bagi yang alergi ikan, dan bahan tambahan bisa membawa alergen lain. D.V.N mengandung ikan; S-GLOW mengandung ikan dan kedelai.
Bahan pendukung. Vitamin C adalah vitamin yang berperan dalam pembentukan kolagen. D.V.N juga berisi sodium hyaluronate, garam asam hialuronat yang dikenal untuk kelembapan kulit, dan reduced L-glutathione sebagai antioksidan; S-GLOW berisi L-sistein, asam amino penyusun keratin rambut dan kuku.
Terakhir, baca kegunaan yang tercatat. Klaim suplemen kesehatan mengikuti izin edarnya, dan D.V.N maupun S-GLOW sama-sama terdaftar untuk membantu memelihara kesehatan kulit.
D.V.N dan S-GLOW: untuk kebutuhan yang berbeda
D.V.N cocok bila perhatian utama Anda adalah kulit, sedangkan S-GLOW adalah nutrisi untuk rambut dan kulit sekaligus. D.V.N memadukan collagen dan fish collagen dengan vitamin C, sodium hyaluronate, reduced L-glutathione, ekstrak buah delima dan ekstrak akar Polygonum cuspidatum. S-GLOW berisi kolagen peptida (ikan), yeast, L-sistein, vitamin C dan ekstrak rice germ (benih padi). Keduanya mengandung ikan. Penjelasan lengkap tentang isi D.V.N dan siapa yang cocok meminumnya ada di ulasan DVN Collagen untuk apa.
Pertanyaan yang sering diajukan
Suplemen kolagen merk apa yang sebaiknya dipilih? Pilih merek yang bisa Anda verifikasi sendiri: nomor izin edarnya tercatat di BPOM, status halalnya jelas, alergennya cocok dengan kondisi Anda, dan klaimnya sesuai izin edar. Untuk kesehatan kulit, D.V.N (SD235042031, bersertifikat Halal Indonesia) adalah salah satu pilihan yang terdaftar; bila Anda juga mencari nutrisi untuk rambut, ada S-GLOW (SI235073291).
Apa bedanya suplemen kolagen dan vitamin kulit? “Vitamin kulit” adalah sebutan sehari-hari untuk suplemen yang ditujukan bagi kulit; isinya bisa vitamin, antioksidan, kolagen atau campurannya. Produk berbahan utama kolagen adalah salah satu jenisnya, dan kolagen sendiri adalah protein, bukan vitamin. D.V.N memadukan keduanya: kolagen sekaligus vitamin C.
Minum kolagen sebaiknya pagi atau malam? Ikuti aturan pakai yang tertera pada kemasan produk yang Anda pilih, karena waktu dan takarannya bisa berbeda antarproduk. Bila ragu, tanyakan kepada apoteker.
Orang dengan gangguan ginjal boleh minum kolagen? Konsultasikan dulu dengan dokter. Karena kolagen termasuk protein, dokter perlu menilai apakah tambahan protein sesuai dengan kondisi ginjal Anda. Halaman produk D.V.N juga menganjurkan konsultasi dokter bagi yang punya gangguan ginjal, sedang hamil, menyusui atau dalam pengobatan.
Apakah kolagen bisa menggantikan skincare? Tidak. Suplemen melengkapi perawatan kulit dari dalam, bukan menggantikan pembersih, pelembap atau tabir surya. D.V.N pun bukan pengganti makanan utama dan tidak menggantikan skincare Anda.
Memilih D.V.N? Pesanan dari GoFitOrganic Official Store tiba dalam box bersegel, gratis ongkir ke seluruh Indonesia, dan bisa dibayar tunai saat paket tiba (COD) tanpa biaya tambahan.
Artikel ini adalah informasi umum, bukan nasihat medis. D.V.N dan S-GLOW adalah suplemen kesehatan terdaftar BPOM (SD235042031 dan SI235073291) dan tidak dimaksudkan untuk mendiagnosis, mengobati, menyembuhkan atau mencegah penyakit. Keduanya mengandung ikan. Bila Anda sedang hamil, menyusui, menjalani pengobatan atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan dulu dengan dokter.
Cek keaslian produkmu
Produk resmi dikemas dalam box bersegel dengan QR hologram di sisinya, dan nomor izin edar BPOM-nya bisa kamu cek sendiri di cekbpom.pom.go.id. Saat kamu memindai kode QR BPOM-nya, nomor yang muncul harus sama dengan yang tercetak di kemasan.