Nomor yang sama tersimpan di kode QR di belakang dus, dan E.V.N juga terdaftar halal (REG RI HL MY000009860124). Tetap perhatikan peringatan pada labelnya: mengandung pemanis buatan sukralosa, tidak boleh untuk bayi di bawah 1 tahun, tanyakan dulu ke dokter atau apoteker bila Anda punya riwayat alergi, dan hentikan penggunaan bila terjadi efek samping. Label dan komposisi lengkapnya bisa Anda lihat di E.V.N Official Store.
Orang yang mencari “EVN apakah aman” biasanya ingin memastikan beberapa hal sekaligus: izin edarnya di Indonesia, arti kode yang muncul saat QR di dus dipindai, isi tabletnya, status halal, dan langkah bila tubuh bereaksi. Semua jawaban di bawah kami ambil dari label dan data izin edar E.V.N.
Baca juga: Vitamin mata astaxanthin: mengenal E.V.N untuk pengguna gadget
E.V.N sudah BPOM Indonesia atau belum?
Sudah. E.V.N terdaftar di Badan POM RI sebagai suplemen kesehatan dengan nomor izin edar SI245059931. Huruf SI di depan nomor itu menandai suplemen kesehatan impor; E.V.N memang diimpor, lalu didaftarkan di Indonesia sebelum dijual. Pada dus E.V.N resmi untuk Indonesia, nomor ini tercetak sebagai POM SI245059931.
Izin edar diberikan setelah BPOM menilai keamanan, mutu dan manfaat produk, termasuk kegunaan yang boleh dicantumkan; untuk E.V.N, kegunaannya adalah membantu memelihara kesehatan mata. Jadi, untuk pertanyaan “E.V.N apakah aman dan sah beredar di Indonesia?”, nomor izin edar inilah pegangannya. Meski begitu, terdaftar di BPOM bukan berarti setiap orang boleh langsung meminumnya; peringatan labelnya kami uraikan di bawah.
Scan QR di belakang dus muncul (90)SI245059931, apa artinya?
Artinya, kode QR itu berisi nomor izin edar E.V.N. Angka dalam kurung, (90), hanyalah kode penanda bahwa teks sesudahnya adalah nomor izin edar, yaitu SI245059931, sama dengan nomor POM di dus. Karena isinya teks biasa, bukan alamat situs, kamera ponsel umumnya hanya menampilkan teks tersebut atau menawarkan untuk mencarinya.
Cara memeriksanya sendiri:
- Saat paket tiba, scan kode QR di belakang dus E.V.N dengan kamera ponsel.
- Salin bagian sesudah (90), yaitu SI245059931, lalu ketik di kolom pencarian situs resmi BPOM, cekbpom.pom.go.id.
- Cocokkan data produk yang muncul dengan nama produk dan kemasan di tangan Anda, juga dengan nomor POM yang tercetak di dus.
Apa isi satu tablet E.V.N? Lutein, zeaxanthin dan astaxanthin
Menurut labelnya, setiap tablet kunyah E.V.N berisi ekstrak bunga Tagetes erecta (marigold) 50 mg yang mengandung 5 mg lutein dan 1 mg zeaxanthin, serta ekstrak alga Haematococcus pluvialis 20 mg yang mengandung 2 mg astaxanthin. Ketiganya termasuk karotenoid, kelompok pigmen alami berwarna kuning hingga merah. Lutein dan zeaxanthin juga ada dalam sayuran berdaun hijau dan kuning telur, sedangkan astaxanthin adalah pigmen merah yang dihasilkan alga tersebut.
Bahan tambahannya adalah ubi ungu bubuk, isomalt, Fibersol-2, blueberry bubuk, mikrokristalin selulosa, tomat bubuk, grapefruit bubuk, magnesium stearat, silikon dioksida dan sukralosa. Satu botol berisi 60 tablet kunyah @ 1 g, dikemas dalam dus. Daftar bahan lengkapnya tercetak di dus; bacalah sebelum mulai, terutama bila Anda punya alergi makanan.
Siapa yang perlu berhati-hati sebelum minum E.V.N?
Bayi di bawah 1 tahun tidak boleh menggunakan E.V.N, sedangkan anak dan remaja, orang dengan riwayat alergi, ibu hamil atau menyusui, orang yang sedang berobat, dan yang menghindari pemanis buatan perlu berhati-hati. Rinciannya:
- Bayi di bawah 1 tahun: tidak boleh menggunakan E.V.N, sesuai label.
- Anak dan remaja: E.V.N ditujukan untuk orang dewasa, jadi mintalah saran dokter sebelum memberikannya kepada anak.
- Punya riwayat alergi: label meminta Anda berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakan.
- Sedang hamil, menyusui atau menjalani pengobatan: konsultasikan dahulu dengan dokter. Bila Anda rutin minum obat, tunjukkan juga daftar bahannya, karena di dalamnya ada grapefruit bubuk, buah yang dikenal dapat berinteraksi dengan sebagian obat.
- Menghindari pemanis buatan: label menyebut E.V.N mengandung sukralosa.